Showing posts with label Technology Machines. Show all posts
Showing posts with label Technology Machines. Show all posts

Fungsi Bearing atau Bantalan dan Cara Pemasangannya

Gambar. Bearing (Bantalan)
BEARING (BANTALAN) DAN FUNGSINYA

Sebagai Seorang Teknik Mesin, Tentunya kita sudah Mengetahui Apa Yang Dimaksud dengan Bearing (Bantalan). Tetapi, Tidak menutup kemungkinan Masih ada juga Teman-Teman Teknik yang belum mengetahuinya dan sekaligus saya juga ingin memberi tahukan tentang Bearing (Bantalan) ini Kepada Siapa saja yang ingin Mengetahuinya. Bearing adalah alat yang memungkinkan terjadinya pergerakan relatif antara dua bagian dari alat atau mesin, biasanya gerakan angular atau linear. Dengan adanya Bearing, gesekan antara dua bagian tersebut menjadi sangat minim dibandingkan tanpa bearing.
Sebagai Contoh :
Coba kamu bayangkan sebuah Kincir Angin dengan pangkalnya yang berbentuk melingkar. Pangkalnya itu juga harus ditopang oleh benda yang berbentuk melingkar mengelilinginya. Jika tanpa Bearing, pangkalnya akan bergesekan dengan penopangnya sehingga menghambat putaran Kincir. Dengan Bearing, gesekan itu bisa menjadi minim sehingga kincir bisa berputar dengan minim sekali gesekan, bahkan hampir tidak ada.
Letak Bearing bisa di mana saja tergantung alat dan Mesin yang memanfaatkan bearing tersebut dan jenis bearingnya. Salah satu jenis bearing adalah Bearing Freewheel, yang ada di Sepeda. Mungkin kamu tidak menyadarinya, ketika kamu mengayuh Pedal Sepeda ke arah depan, Sprocket Pedal akan menarik rantai sepeda, tapi ketika dikayuh kebelakang, sprocket pedal tidak menarik rantai sehingga sepeda tidak mundur ke belakang.

Sedangkan Untuk Fungsi Bearing (Bantalan) tersebut Adalah :
  • Untuk mengurangi koefisien gesekan antara as dan rumahnya.
  • Menjadikan as dan rumahnya tidak aus karena tidak bergesekan langsung tapi melalui bearing.
  • Mempermudah maintenance peralatan yang berputar.
  • Memper murah biaya pembuatan as ( as tidak perlu dibuat dari baja kwalitas tinggi)
  • Menjadikan alat yang berputar heavy duty dan mengurangi waktu perawatan.

CARA PEMASANGAN BEARING (BANTALAN) 

Persiapan Sebelum Pemasangan Bearing (Bantalan)
1.1. Permukaan tempat dudukan Bearing. Pertama-tama bersihkan setiap tonjolan tajam (burrs), serpihan metal (cutting chips), karat (rust) atau kotoran debu (dirt) dari permukaan tempat dudukan bearing. Pemasangan dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan yang sudah bersih tersebut dilapisi dengan sedikit oli.



1.2. Peralatan untuk memasang Bearing.
Pastikan bahwa semua pressing blocks, driving plates, hammers dan peralatan pemasangan yang lainnya dalam kondisi bersih, bebas dari tonjolan (burrs), dan ukuran nya benar.

1.3. Jangan membuka Bearing sebelum bearing tersebut siap untuk dipasang.
Serpihan debu maupun kotoran lain yang masuk kedalam bearing sebelum dan selama pemasangan dapat menyebabkan noise dan vibration saat bearing bekerja.
1.4. Jangan melakukan modifikasi apapun terhadap bearing Bearings dibuat dengan toleransi yang sangat ketat untuk memenuhi tingkat akurasi yang tinggi. Sehingga, penting sekali untuk memperhatikan secara khusus terhadap hal-hal yang harus diperhatikan dalam menangani bearing.

Note : Untuk Artikel Lengkapnya Bisa Anda Download DISINI.DOC
Reference:
Google Search Engine
Wikipedia
Catatan Piper Comex

The Latest Technology Flying Car

World of increasingly sophisticated Technology, the creation of a vehicle in the form of a bike and Motorcycle later cars, planes, ships, trains, etc. The day of the faster movement of people with a Vehicle as I mentioned above. humans no longer walk for a distance of 1 km. when the first human being aided by technology that is simple, the longer people can create more advanced technology, vehicles are divided into several categories vehicles for land, sea and air land vehicles commonly called Cars and motorcycles, while for marine vehicles in call of ships and for vehicles in the air called a plane. but due to the development of increasingly clever technology and human beings now am creating a human being is now planning a flying car and no longer the only aircraft that would be vehicles in the air .. but the car will also be able to form the vehicle in the air Wat if a car can fly  here I show some images display the cars will be on the fly like a plane ..
Technology Automotive Automotive Flying_car

Ganti Sendiri Filter Oli Mesin Bajaj Pulsar 135 LS

Beruntunglah sepeda motor yang dari pabrikannya sudah dilengkapi dengan filter oli mesin (gb.1), seperti Bajaj Pulsar 135 LS. Pasalnya kotoran akan tersimpan sementara di dalamnya, dan akhirnya bisa mengurangi resiko kerusakan.

"Kalau ada filter oli mesinnya, geram (serbuk logam hasil gesekan antar komponen) tidak akan merusak komponen mesin lainnya," buka Dika Purbaya Kusama, mekanik bengkel Bajaj, Plaza Motorsport di kawasan Jl Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Oli yang bersirkulasi akan melewati filter ini sebelum masuk ke jalur oli di bagian kopling," jelasnya. "Tapi 5.000 kilometer, filter harus diganti," anjur mekanik yang juga nyemplak Bajaj Pulsar 200 ini.

Kalau penggantian oli dilakukan di bengkel resmi, pastinya komponen ini akan langsung diganti. sesuai angka di odometernya. Tapi kalau berniat mengganti oli sendiri, jangan lupa untuk menyiapkan pengganti filter oli mesin.
"Harganya murah kok cuma Rp 7.500," ungkap Dika sambil menjelaskan kalau penggantian filter oli ini bisa dilakukan sendiri.

Ternyata mudah loh! Pertama buang dulu oli lamanya (gb.2). Sambil menunggu oli benar-benar habis, buka cover filter oli di bak mesin sebelah kanan (gb.3).

Buka tiga baut penguncinya lalu tarik filter oli yang lama dan ganti dengan yang baru. "Jangan lupa, bagian filter yang ada pegasnya menghadap keluar ya,"
Setelah filter terpasang, tinggal masukan lagi oli barunya. lewat lubang di atas bak kopling.(gb.4) Gampang kan!

Ragam Kem Racing Honda CS1

Prinsip usaha dalam men­dongkrak performa da­pur pacu adalah mem­perbanyak asupan cam­puran gas ke ruang bakar. Tapi tentunya tidak asal banyak. Ada beberapa hal yang juga mesti diperhatikan untuk mengimbangi suplai gas yang dilebihkan tadi. Seperti kompresi pengapian dan sebagainya.
Nah, untuk memperbanyak pasokan gas ke ruang bakar tersebut, ada beberapa cara yang bisa diterapkan. Antara lain lewat karburator seperti naikin ukuran spuyer atau ganti karburator yang lebih gede, perbesar saluran masuk (porting polish) serta mem­perbesar durasi bukaan kem.

Cara yang disebut terakhir (perbesar durasi kem), bisa dengan membubut ulang profil kem atau beli jadi kem berdurasi tinggi. Toh belakangan di pasaran noken as yang diembel-embeli racing ini mulai banyak. Terutama buat bebek dan skutik. Lantas bagaimana dengan Honda CS1?

"Motor ini sebenarnya ku­rang begitu booming. Sehingga enggak begitu banyak part racing yang khusus dibuat untuknya. Biasanya orang-orang pada pake racing part-nya Honda Sonic 125 dari Thailand," bilang Miekeel Tjahjanto, juragan MC Racing di Jl. Kebon Jeruk IX, Hayam Wuruk, Jakbar.

Dulu, tutur Miekeel, sejak Sonic banyak disukai di Tanah Air (masuk lewat IU), ia banyak menyetok part-part racingnya, termasuk noken as. "Sekarang sudah mulai jarang. Ada cuma beberapa. Itu pun pakai lebel kami (MC Racing)," paparnya.

Ada 3 macam spek kem yang ditawarkan MC Racing buat Sonic 125 yang bisa diaplikasi ke CS1. Masing-masing punya profil yang berbeda. Dilabeli angka 1, 2 dan 3 (gbr.1). “Tinggi angkatan klepnya lain-lain. Untuk yang nomor 1, khusus buat piston kecil. Bisa untuk pemakaian harian. Sedang nomor 2 buat aplikasi bore-up piston CBR150. Sementara nomor 3 untuk bore-up pakai piston 70 mm,” terang Miekeel (gbr.2).
Untuk kem nomor 1, mengusung jarak pantat kem ke puncak sebesar 28,45/28,30 mm (in/ex). Sementara kem nomor 2 menganut 28,35/28,20 mm dan terakhir nomor 3 adalah 28,06/27,68 mm. Banderolnya sama, yakni Rp 750 ribu.

Pilihan lain yakni produk LHK yang juga dari negeri Gajah Putih, Thailand (gbr.3). Namun untuk label yang satu ini, beberapa pedagang menjualnya dengan harga ber­variasi. Misalnya WMC Racing di Jl. Taman Margasatwa No.18C, Cilandak, Jaksel menawarkan de­ngan harga sekitar Rp 1,25 juta.

Namun salah satu speed shop di Jl. Manyar 1 blok 02, Bintaro Sektor 1, Jaksel, yakni Hatara Racing melegonya hanya sekitar Rp 750 ribu.

Oh iya, menurut Miekeel, saat menggunakan kem-kem racing tersebut, disarankan untuk mengganti per klep dengan yang lebih keras. “Bisa pakai punya Sonic. Biar tidak terjadi floating saat di putaran tinggi yang bisa berisiko klep mentok piston,’ jelasnya.

Pully Honda PCX Dengan 12 Roller

Pully Honda PCX Dengan 12 Roller dari J.Costa
England - Part performance for Honda PCX is not much. As an alternative there are actually a product of Britain, J.Costa which offers a set of movable drive face or front pully after market.

Although no one has put it to Indonesia, but it does not hurt us a preview superiority. Who knew there was an interest and want to sell it in the ground water.

Pully the front of this unique J.Costa. Not using a 6 roller as standard, but there are 12! J.Costa also claimed rollernya not rotating (rolling) but shifted (slide).

According to the manufacturer, adjustable front roller 6 is less balanced by the centrifugal force when force open the front pully, roller 12 is made so. Still a matter of balance, a balance J.Costa believe strongly in a very influential component of CVT CVT transmission performance.

So do not be surprised if J.Costa make the front pulley CVT is equipped with a spring that has been adapted to the speed of its open-front pulley to keep it balanced.

J.Costa claims there will be an increase in power (calculated from the rear wheel) of about 8 percent. It could even be 19 message when mated with J.Costa exhaust.

In addition to Honda PCX, J.Costa also make parts for many brands. Starting from some variants of the Vespa, Yamaha, Suzuki, Peugeot and Gilera Aprillia up.

Ragam Kem Racing Honda CS1

Ragam Kem Racing Honda CS1, Untuk Harian Hingga Bore-Up
Jakarta - Prinsip usaha dalam men­dongkrak performa da­pur pacu adalah mem­perbanyak asupan cam­puran gas ke ruang bakar. Tapi tentunya tidak asal banyak. Ada beberapa hal yang juga mesti diperhatikan untuk mengimbangi suplai gas yang dilebihkan tadi. Seperti kompresi pengapian dan sebagainya.

Nah, untuk memperbanyak pasokan gas ke ruang bakar tersebut, ada beberapa cara yang bisa diterapkan. Antara lain lewat karburator seperti naikin ukuran spuyer atau ganti karburator yang lebih gede, perbesar saluran masuk (porting polish) serta mem­perbesar durasi bukaan kem.

Cara yang disebut terakhir (perbesar durasi kem), bisa dengan membubut ulang profil kem atau beli jadi kem berdurasi tinggi. Toh belakangan di pasaran noken as yang diembel-embeli racing ini mulai banyak. Terutama buat bebek dan skutik. Lantas bagaimana dengan Honda CS1?

“Motor ini sebenarnya ku­rang begitu booming. Sehingga enggak begitu banyak part racing yang khusus dibuat untuknya. Biasanya orang-orang pada pake racing part-nya Honda Sonic 125 dari Thailand,” bilang Miekeel Tjahjanto, juragan MC Racing di Jl. Kebon Jeruk IX, Hayam Wuruk, Jakbar.

Dulu, tutur Miekeel, sejak Sonic banyak disukai di Tanah Air (masuk lewat IU), ia banyak menyetok part-part racingnya, termasuk noken as. “Sekarang sudah mulai jarang. Ada cuma beberapa. Itu pun pakai lebel kami (MC Racing),” paparnya.

Ada 3 macam spek kem yang ditawarkan MC Racing buat Sonic 125 yang bisa diaplikasi ke CS1. Masing-masing punya profil yang berbeda. Dilabeli angka 1, 2 dan 3 (gbr.1). “Tinggi angkatan klepnya lain-lain. Untuk yang nomor 1, khusus buat piston kecil. Bisa untuk pemakaian harian. Sedang nomor 2 buat aplikasi bore-up piston CBR150. Sementara nomor 3 untuk bore-up pakai piston 70 mm,” terang Miekeel (gbr.2).
Untuk kem nomor 1, mengusung jarak pantat kem ke puncak sebesar 28,45/28,30 mm (in/ex). Sementara kem nomor 2 menganut 28,35/28,20 mm dan terakhir nomor 3 adalah 28,06/27,68 mm. Banderolnya sama, yakni Rp 750 ribu.

Pilihan lain yakni produk LHK yang juga dari negeri Gajah Putih, Thailand (gbr.3). Namun untuk label yang satu ini, beberapa pedagang menjualnya dengan harga ber­variasi. Misalnya WMC Racing di Jl. Taman Margasatwa No.18C, Cilandak, Jaksel menawarkan de­ngan harga sekitar Rp 1,25 juta.

Namun salah satu speed shop di Jl. Manyar 1 blok 02, Bintaro Sektor 1, Jaksel, yakni Hatara Racing melegonya hanya sekitar Rp 750 ribu.

Oh iya, menurut Miekeel, saat menggunakan kem-kem racing tersebut, disarankan untuk mengganti per klep dengan yang lebih keras. “Bisa pakai punya Sonic. Biar tidak terjadi floating saat di putaran tinggi yang bisa berisiko klep mentok piston,’ jelasnya.

Ditemukan Elektrolit untuk Menjaga Suhu Sel Li-ion Tidak Tinggi

Satu tim riset dari Universitas Sain dan Technology Huazhong, China, menagaku telah berhasil menemukan material elektrolit canggih yang disebut LiFNFSI untuk menjanga suhu baterai lithium-ion. Tim tersebut telah melakukan beberapa tes terhadap material pengganti elektrolit konvensional seperti LiPF6. Hongbo Han, seorang anggota dari tim riset tersebut, kunci dari penemuan adalah stabilitas panas baterai dengan menggunakan LiFNFSI.

Elektrolit tersebut mempunyai 1,0 M LiFNFSI dalam campuran karbonat etil (ethyl carbonate) dan kabon metil etil (ethyl mthyl carbonate) dengan daya hantar tinggi dibandingkan dengan LiClO4, punya stabilitas elektrokimia yang baik dan tidak menyebakan korosi terhadap aluminiun.

Pada suhu ruang 25 derajat celcius dan kemudian dinaik sampai 60 derajat celciud, sel grafit/LiCoO2 dengan LiFNFSI memperlihatkansiklus kerja lebih baik dibandingkan LiPF6. Terutama pada suhu 60 derajat Celcius. Penurunan sel elektrolit yang menggunakan bahan dasar LiFNFSI tanpa aditif, hanya 37 persen setelah bekerja dengan 100 siklus. Sedangkan sel dengan LiPF6 yang digunakan baterai lithium-ion, mengalami penurunan kemampuan cepat pada suhu tersebut.

Berdasarkan tes materail elektrolit LiFNFSI, diperlihatkan kemamampuan untuk meningkatkan kinerja baterai yang bekerja pada suhu tinggi. Pada aplikasi otomotif, kemampuan bahan mencegah terjadinya panas tersebut sangat menguntungkan. Produsen mobil tidak perlu lagi menggunakan teknik pendingin cairan untuk mencegah suhu baterai tinggi, terutama pada mobil listrik dah hibrida plug-in.

Transmisi Otomatis 9-Percepatan dari ZF

DETROIT - Produsen transmisi mobil, truk, dan bus terkenal ZF mengumumkan telah berhasil mengembangkan transmisi otomatis 9-percepatan. Hebatnya lagi, transmisi ini dirancang untuk mobil gerak roda depan dan mesin melintang. ZF mengembangkannya karena saat ini 80 persen mobil di dunia berpenggerak roda depan.

Dijelaskan pula oleh Executive Vice President ZF Friedrichshafen AG, Dr Michael Paul, saat konferensi pers di Detroit Motor Show 2011, transmisi tersebut dijadwalkan sudah diproduksi pada 2012. Produsen pertama yang akan menggunakan adalah Chrysler untuk produksinya pada 2013.
Pertengahan tahun lalu, bos Fiat & Chrysler, Sergio Marchionne, memang sudah mengatakan tertarik menggunakan transmisi otomatis 9-percepatan ini. Transmisi itu akan menggantikan CVT buatan JATCO yang digunakan oleh Chrysler untuk mobil kompaknya.

Tren bergeser
"Jumlah perbandingan transmisi tidak akan berhenti," jelas Casey Selecman, seorang pengamat Transportation Project Manager dari Martec Group. "Jumlah produsen mobil yang beralih ke transmisi dengan percepatan lebih banyak terus bertambah. Transmisi dengan percepatan sedikit dan perbandingan rendah membutuhkan torsi besar dan kurang efisien," urainya.

Selecman percaya, dengan makin ketatnya regulasi konsumsi bahan bakar pada 2016-2025, produsen berusaha membatasi tenaga mesin. Produsen akan berusaha menggunakan transmisi dengan 6-percepatan ke atas. Dilaporkan pula, pada pertengahan tahun lalu, Mercedes-Benz mengembangkan transmisi 9-percepatan, tetapi untuk kendaraan bermesin besar dan gerak roda belakang.
Dijelaskan pula, dibandingkan dengan transmisi 6-percepatan tipe gigi planet, transmisi otomatis 9-percepatan ZF terbaru ini mengirit konsumsi bahan bakar sampai "dua digit". Pasalnya, paket, dimensi, dan berat sama dengan unit transmisi 6-percepatan untuk mobil gerak roda depan. Torsi yang dapat dipindahkan mencapai 400 Nm.

Bensin Sintetik, Rp 3.500 Per Liter

OXFORD - Di tengah gencarnya tren perubahan alat mobilitas di seluruh dunia, dari mobil bensin ke mobil listrik, muncul harapan baru untuk mesin konvensional, yaitu ditemukan bensin sintetik. Hebatnya lagi, bensin sintetik ini lebih murah dibandingkan dengan hasil tambang, hanya Rp 3.500 per liter (1,50 dollar AS per galon).

Kelebihan lain, bensin ini bisa langsung digunakan pada mesin bensin sekarang tanpa perubahan dan tidak menimbulkan emisi karbon. Nah, tentu saja bisa dibayangkan, harapan produsen mesin konvensional bisa hidup lagi setelah terancam mobil listrik.

Bensin sintetik tersebut ditemukan oleh sebuah perusahaan asal Inggris, Cella Energy. Teknologinya dikembangkan dari material yang disebut complex hydrides. Pengembangan bensin sintetik ini telah berlangsung empat tahun dalam program sangat rahasia di laboratorium terkenal, Rutherd Appleton Laboratory, dekat Oxford, Inggris.

Menurut Stephen Voller, CEO Cella Energy, bensin sintetik ini memiliki kandungan energi sangat tinggi dan dikemas seperti kapsul dengan teknik nanostruktur yang disebut coaxial electrospraying.

"Kami telah mengembangkan bahan bakar mikrobutiran baru yang dapat digunakan pada mesin yang sebelumnya menggunakan bensin. Dapat digunakan tanpa harus memodifikasi mesin,” papar Voller.

Dia menambahkan, karena berasal dari hidrogen, pembakarannya tidak menghasilkan emisi karbon. Riset untuk menemukan bensin ini dipimpin Profesor Stephen Bennington bekerja sama dengan para ilmuwan dari Universitas College London dan Universitas Oxford.

"Teknologi kami berasal dari material yang disebut complex hydrides, yaitu hidrogen. Dikemas seperti kapsul dengan proses unik (dipatenkan). Karena itu, penyimpanan dan penanganannya lebih mudah dan aman dibandingkan dengan bensin yang digunakan sekarang,” ujar Bennington yang menjadi Kepala Riset Cella Energy.

Mengenal Hubungan Kompresi dan Nilai Oktan

Pertanyaan yang banyak muncul sekarang ini di antara pemakai kendaraan bermotor adalah apa akibatnya apabila menggunakan bensin premium atau beroktan lebih rendah. Pasalnya, harga bensin beroktan tinggi sekarang ini semakin cepat menguras kantong!

Sebelumnya menjawab pertanyaan tersebut, pemilik mobil dan sepeda motor ”harus” mengetahui salah satu spesifikasi mesin, yaitu perbandingan kompresi (compression ratio).

Perbandingan kompresi adalah perbandingan ruang yang tercipta di atas piston ketika berada di titik terendah atau bawah (TMB) dan tertinggi atau titik mati atas (TMA). Lihat gambar!

Tren mesin sekarang, perbandingan kompresinya makin tinggi. Malah kini ada mesin bensin dengan perbandingan kompresi 14: 7. Adapun mesin lama bisa saja 7–8 : 1. Sekarang ini kebanyakan perbandingannya 9–10,5 : 1. Mesin yang lebih canggih sekitar 11- 12. Tujuan mesin dibuat dengan perbandingan kompresi tinggi adalah untuk meningkatkan efisiensi (irit bahan bakar) dan menurunkan kadar emisi.

Untuk membuat mesin bekerja dengan perbandingan kompresi tinggi, syarat utamanya adalah harus menggunakan bensin dengan oktan lebih tinggi. Kendati demikian, tidak semua mesin harus atau lebih baik menggunakan bensin beroktan tinggi. Mesin dengan kompresi rendah, jika diberi bensin oktan tinggi, hanya menyebabkan pemborosan uang. Tenaga mesin juga tidak naik dan tetap saja boros.

Sebenarnya para ahli yang berkecimpung di laboratorium mesin sudah mengeluarkan data hubungan antara perbandingan kompresi dan oktan bahan bakar seperti berikut.

Perbandingan
Kompresi
Kebutuhan
Nilai Oktan
Efisiensi Termal %
(Gas ditekan habis)
5 : 1
72
-
6 : 1
81
25
7 : 1
87
28
8 : 1
92
30
9 : 1
96
32
10 : 1
100
33
11 : 1
104
34
12 : 1
108
35

Kendati demikian, pada sebagian mesin sekarang, apalagi yang menggunakan dua busi atau busi menyala dua kali secara berurutan, penggunaan bensin beroktan lebih rendah masih bisa ditoleransi.

Tugas oktan
Oktan dicampurkan ke dalam bensin bertugas mencegah agar jangan cepat terbakar! Lho kok gitu? Bukankah bensin yang mudah terbakar lebih oke? Tidak demikian pada mesin. Pada mesin, waktu pembakaran (pengapian) telah ditentukan berdasarkan siklus atau langkah kerja mesin.

Pembakaran terjadi ketika piston mendekati titik mati atas (TMA) pada langkah kompresi. Tidak boleh terlalu jauh atau maju atau terlambat. Apabila kemajuan, kerja mesin tidak efisien dan tenaga kurang. Sebaliknya, jika terlambat, mengakibatkan mesin menembak atau bahasa kerennya knocking.

Nah, bensin yang disedot oleh mesin (disemprotkan oleh injektor) dikompresi atau dimampatkan pada langkah kompresi sekaligus dicampur dengan udara. Pada saat inilah terjadi kenaikan suhu dan tekanan bensin di dalam. Suhu tersebutlah bisa memicu bensin bisa terbakar dengan sendirinya, yang disebut juga autoignition. Ya, terbakar sendiri alis swabakar!

Nah, bisa dibayangkan, kalau swabakar terjadi sebelum busi memercikkan bunga api. Akan terjadi dua ledakan besar. Pertama, swabakar bensin dan kedua akibat disulut oleh busi. Kalau keseringan, dipastikan akan merusak mahkota piston, kubah kepala silinder, klep, busi dan kalau mesin modern sekarang adalah injektor (injeksi langsung).

Apabila kedua ledakan beradu dan sering terjadi, umur mesin pendek. Mesin juga loyo, boros bensin, dan menimbulkan polusi tinggi.

Nah, untuk mencegah swabakar itu, ke dalam bensin ditambahkan oktan yang dibuat dari berbagai macam bahan (dulu timbal atau Pb). Makin tinggi nilai oktan, tambah hebat kemampuan mencegah swabakar. Waktu pengapian yang lebih dekat ke TMA membuat pembakaran lebih efisien, ledakannya lebih kuat.

Kendati demikian, masih ada berbagai faktor lain yang menentukan pemilihan oktan ini. Misalnya, suhu, putaran dan beban mesin, dan ketinggian tempat.

Pada mesin-mesin modern, terutama sistem injeksi, untuk mencegah swabakar atau menembak, dilengkapi dengan knock sensor yang bertugas memantau kerja mesin. Kalau terjadi gejala menembak, sensor akan melaporkan ke komputer, waktu pengapian dimajukan untuk mencegah gejala menembak atau swabakar!

Pasang Air Scoop di Honda Jazz - Toyota Yaris

Buat yang punya Honda Jazz atau Toyota Yaris, Anda ingin pasang air scoop? Perangkat tersebut semacam terowongan angin yang berfungsi menangkap aliran udara yang kemudian disalurkan ke kompartemen mesin. Dengan begitu, hawa panas di jantung pacu pun bisa berkurang.

Ada dua macam jenis air scoop. Pertama, berbahan FRP atau plastik ABS dengan harga Rp 250.000. Kedua, bermaterial carbon fiber yang bisa tahan panas sampai 1.000 derajat celsius dan dibanderol Rp 550.000.
Harga itu, kata Willy dari bengkel Namura Hyan di Kembangan, Jakarta Barat, untuk Jazz dan Yaris lama. Kalau untuk model terbaru, yang plastik ABS Rp 500.000, sedangkan carbon fiber Rp 1 juta. (Aries Aditya Putra)

Pemasangannya gampang dan tidak butuh keahlian khusus. Ikuti petunjuk di bawah ini :
1. Buka kap mesin
2. Buka karet yang melintang di dekat wiper
3. Lepas penutup plastik untuk akses menuang minyak rem
4. Pasang air scoop yang menggantikan plastik tadi
5. Pasang kembali karet hingga rata.