Showing posts with label Oto Machines. Show all posts
Showing posts with label Oto Machines. Show all posts

Modifikasi Motor 4 Tak dengan Korek Mesin

Untuk meningkatkan daya atau Power Mesin Motor Standart yang biasa disebut tune up, perlu diusahakan perubahan-perubahan pada beberapa hal :
  1. Meningkatkan/Menaikkan Perbandingan Kompresi.
  2. Memperbaiki porting IN maupun EX supaya pemasukan bahan bakar menjadi lancar dan baik.
  3. Merubah durasi, Lift Noken AS.
  4. Mengubah pengapian (apabila dalam perlombaan diperbolehkan).
  5. Mengubah rasio dengan Close Rasio.
  6. Setting karburator.
KOMPRESI

Meningkatkan perbandingan kompresi (Compretion Ratio = CR) adalah cara awal yang ditempuh oleh para mekanik untuk meningkatkan power mesin. Namun demikian untuk meningkatkan perbandingan kompresi perlu diperhatikan beberapa faktor, antara lain :
  • Bahan bakar yang digunakan.
  • Kwalitas piston yang digunakan.
CARA MENAIKKAN KOMPRESI :
  1. Mengganti piston dengan model racing.
  2. Mendekatkan deck clearance.
  3. Membubut Head.
  4. Mengelas Head.
  5. Membubut Blok dan Piston.
CARA MENURUNKAN KOMPRESI :
  1. Merimer dome pada head.
  2. Memperdalam coakan klep pada piston.
  3. Membubut piston.
KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN KOMPRESI TINGGI :
  • Power mesin meningkat.
  • Final gear menjadi berat.
  • Power mesin terasa dari putaran bawah sampai atas.
KERUGIAN MENGGUNAKAN KOMPRESI TINGGI :
  • Mesin menjadi cepat panas .
  • Engine break menjadi besar dan kasar.
  • Apabila perhitungan kompresi tidak tepat, sering terjadi detonasi.
Untuk mengetahui / menghitung perbandingan kompresi (CR) dari satu mesin, kita perlu mengetahui dulu volume silinder yang akan dikerjakan.

Contoh, Pada Mesin Juppiter Z O/S 100
Bore atau D : 52 mm = 5,2 Cm
Stroke 54 mm = 5,4 Cm
= 0,785 x 5,22 X 5,42
= 114,62 cc
≈ 115 cc

Contoh, Pada Mesin Juppiter Z O/S 100
Volume ruang bakar diukur dengan buret lewat busi adalah 14,55 c
Jadi Volume ruang bakar 14,55 cc - 0,7 cc = 13,85
( 0,7 cc adalah Volume Ruang Busi )

Cara menentukan berapa cc isi ruang bakar yang harus kita pakai pada perbandingan kompresi yang sudah kita tentukan.Misalnya kita menginginkan perbandingan kompresi 1 : 14 berapa volume ruang bakarnya ?
Berarti apabila kita menginginkan perbandingan kompresi 1 : 14, isi ruang bakar harus 8,84cc.

PORTING
Maksud dari mengubah porting adalah usaha untuk meningkatkan atau memperbaiki efisiensi volumetric dengan mengoptimalkan aliran gas ke dalam ruang bakar.

Ada 3 faktor yang menentukan besarnya tenaga pada sebuah mesin :
  1. Efisiensi mesin, yaitu seberapa dorongan pada piston yang dihasilkan oleh gaya putaran fly wheel.
  2. Efisiensi thermal (panas), yaitu seberapa banyak bahan bakar yang harus dibakar/ dipanaskan dalam silinder untuk mendorong piston turun menuju TMB secara efisien.
  3. Efisiensi volumetric, yaitu membuat saluran / ukuran yang tepat untuk memompa gas secara optimal.
Macam Macam Bentuk Porting
Dalam modifikasi, Head usahakan agar tidak mendapat hambatan apapun, misalnya lubang intake dengan lubang manifold atas juga harus sama dengan joint / karet manifold, usahakan dalam merimer supaya tidak ada ruang yang menyudut. Expanded Sides itu adalah bentuk porting yg benar & smpe skr mash di terapkn oleh tuner² ternama ( untuk mempelajari lebih lanjut silahkan Download books Porting HEAD By A.Graham.Bell Speedool.net )

NOKEN AS
Di antara komponen pada motor yang paling utama untuk meningkatkan kecepatan mesin adalah memodifikasi camshaft / cam/ noken as. Noken as berfungsi mengatur buka / tutup klep yang dibutuhkan untuk mengatur bahan bakar melewati klep in dan membuang melewati klep ex secara selaras.

CARA KERJA NOKEN AS SEBAGAI BERIKUT :
  1. Apabila titik A menyentuh pelatuk, maka katup mulai terangkat dan akan terbuka penuh setelah mencapai puncak tonjolan ( titik B ).
  2. Setelah melewati puncak, katup akan turun kembali dan tertutup rapat setelah titik C.
  3. Dari A kemudian naik ke C dan kemudian kembali ke B disebut durasi noken as.
  4. Tinggi tonjolan menentukan Lift Max.
  5. Bentuk permukaan profil tonjolan menentukan percepatan penutupan dan pembukaan katup oleh bentuk permukaan profil tonjolannya.
LIFT MAX
Cara menentukan Lift Max pada Motor Balap :
Secara teori untuk motor standart, Lift Max adalah 23% dari diameter klep in. Kemudian untuk motor balap dengan sirkuit yang tidak begitu panjang, Lift Max sekitar 29% - 31% dari diameter klep in. Untuk balap dengan sirkuit panjang, Lift Max dapat dibikin sampai dengan 35% dari diameter klep.

DURASI
Cara menghitung durasi ada beberapa cara :
  1. Durasi dihitung setelah klep mengangkat 1,27mm pada setelan klep 0 (zerro).
  2. Durasi dihitung pada saat klep mulai membuka pada setelan klep 0,10 mm.
Untuk mempermudah pembuatan, kita akan menggunakan cara yang ke dua. Sebelum kita ingin menentukan angka durasi, harus kita ketahui dulu berapa LC (lobe center) pada noken as yang akan kita modifikasi.

Untuk mengetahui LC, kita harus memasang noken as pada mesin dan mengukur dengan busur derajat yang dipasang pada kruk as sebelah kiri / magnet.

Sebagai Contoh :
LC PADA JUPITER Z : 103
Kita menginginkan durasi 310 derajat.
Berapa derajat in open dan berapa derajat in close ?

Perhitungan Untuk Mencari in close :
310 - 180 - 52 = 78
Berarti Untuk LC 103 Jika Kita Menginginkan Durasi 301 Angka Durasinya adalah :
  • IN OPEN 52 SEBELUM TMA
  • IN CLOSE 78 SETELAH TMB
Untuk motor balap durasi idealnya adalah 29 - 33.
Untuk lift max motor balap durasi idealnya adalah :
7,5 mm - 8,3 mm

Keuntungan menggunakan lift tinggi dan durasi besar :
  • Tenaga mesin menjadi sangat besar
  • Mesin sangat bagus di putaran atas
Kerugian menggunakan lift tinggi dan durasi besar :
  • Pada putaran bawah kurang bagus
  • Per klep menjadi tidak awet
  • Klep floating / melayang apabila pir klep tidak kuat
  • Coakan klep pada piston harus dalam
Cara Menggerinda CAM
  • Bagian Base Circle digerinda kurang lebih 18 sampai ketemu lift yang diinginkan
  • Kemudian diikuti dengan menggerinda bagian ram untuk menentukan durasi
  • Menggerinda bagian flank untuk menentukan lift O/L dan membentuk profil
  • Usahakan dalam menggerinda sebuah kem dengan rata dan halus untuk menjaga agar rocker arm tetap awet dan mengurangi floating.
IGNITION / PENGAPIAN
Bagian pada mesin berfungsi untuk membakar campuran bahan bakar dan udara yang di kompresi oleh piston, sebelum piston mencapai TMA.
Sumber arus listrik untuk menghasilkan loncatan api bisa berasal dari spul atau langsung aki.
Sumber listrik yang dihasilkan langsung dari sepul sering disebut pengapian AC, dan langsung dari aki sering disebut pengapian DC.

Pengapian AC
Keuntungan menggunakan sistem AC :
  • Sistem listrik langsung sesuai dengan putaran mesin.
  • Tidak perlu menggunakan aki
Kerugian menggunakan sistem AC :
  • Putaran mesin sedikit berkurang, karena gaya magnet yang ada
Pengapian DC
Keuntungan menggunakan sistem DC / Total Lost :
  • Tidak perlu menggunakan magnet
  • Berat rotor bisa dibuat sesuai keinginan kita (bisa sangat ringan)
Kerugian menggunakan sistem DC / Total Lost :
  • Harus sering mengisi ulang (recharging) aki (accu)
  • Resiko terjadi aki tekor
Perbedaan waktu pengapian standart dan yang sering digunakan untuk balap:
Pengapian untuk motor standart
• Pada RPM rendah (1.000 – 3.000 RPM) : loncatan api pada 8 - 15 sebelum TMA
• Pada RPM tengah tinggi (4.000 ke atas) :loncatan api pada 25 - 30 sebelum TMA
• Api busi tidak besar dibanding pengapian balap

Pengapian untuk motor balap
• Pada RPM rendah (1.000 – 3.000 RPM) : loncatan api pada 20 - 30 sebelum TMA
• Pada RPM tengah sampai tinggi ( 4.000 ke atas) : loncatan api pada 35 - 42 sebelum TMA
• Api busi besar

Macam macam jenis CDI
1. Single MAP
CDI yang terdiri hanya dengan 1 map/kurve
Contoh : CDI Bawaan Motor, CDI BRT Dual Band, XP HP 7
2. Multi MAP
CDI yang terdiri lebih dari 1map / kurve yang dapat kita pilih sendiri dengan beberapa click.
Contoh : cdi rextor adjustable, CDI BRT Smart click XP andrion
3. CDI programable
CDI yang bisa diatur kurve/ grafik pengapian menurut keinginan kita, yang disesuaikan dengan karakter mesin yang dibutuhkan. contoh : rextor programable, cdi vortec, cdi brt remote, XP Andrion Series LE 4

Piston Modifikasi Untuk Pacu Balapan

Rangkaian seher dan setang seher memiliki tugas untuk meneruskan dorongan yang diciptakan oleh ledakan hasil pembakaran ke big end di kruk as. Agar dapat bekerja dengan efisien, piston dan ring piston harus menyekat tekanan ruang bakar pada sisi atas, dibarengi dengan sebisa mungkin meminimumkan gesekan piston v.s liner boring.

Kemampuan ring piston menyekat kompresi tergantung dari beban oleh tekanan selama siklus kerja, terutama suhu tinggi serta tekanan dari ruang bakar saat proses langkah usaha. Tekanan di atas ring piston mencoba melesak melewati ring kompresi – BLOWBY – sementara oli mencoba menerobos lewat ring oli dan ring kompresi kedua.

PISTON RACING
Semua ini terjadi saat mesin berakselerasi ataupun deselerasi, saat pendinginan waktu overlapping atau dalam suhu panas tinggi saat kompresi, bergesekan terus-menerus dengan dinding silinder. Integritas piston dan pemasangan connecting rod yang benar harus dipastikan agar semua ber-performa handal, oleh karena itu pemilihan komponen yang baik akan menentukan prestasi kerja mesin.

PISTON VELOCITY
Putaran mesin memang dibatasi oleh kemampuan per klep menjaga agar klep tidak floating, namun kecepatan piston melaju di dalam silinder juga patut diperhatikan. Terutama pada mesin balap yang cenderung bekerja di RPM selangit. RPM tinggi cenderung mengurangi usia pakai ring piston, keausan lebih cepat, ataupun kerusakan catastrophic dikarenakan beban dinamika piston selama dia naik-turun-naik-turun-putus-nyambung.
Kecepatan gerak piston di dalam silinder bisa diukur dengan mengalikan Putaran mesin dengan panjang langkah piston alias stroke yang bukan penyakit itu.
VELOCITY = ( ENGINE RPM x STROKE ) / 6
Dimana Velocity adalah kecepatan yang diukur dalam Feet Per Minutes
RPM adalah putaran mesin setiap menit
STROKE diukur dalam satuah inchi
Contoh,
Sebuah mesin dengan stroke sepanjang 62.2mm alias 2.43 inch, bekerja pada 12,000 RPM, maka piston velocity nya didapat 4,860 fpm. Mesin balap biasa berkinerja dengan piston velocity hingga 5,700 fpm.

Jika kadang-kadang kamu bertanya-tanya kok mobil balap seperti Formula 1 bisa bekerja hingga 17,000 RPM dengan santai tanpa takut mesin rompal meski putar-putar sirkuit berpuluh kali sampai kita ketiduran saat nonton. Selain sistem Pneumatic Valve yang sanggup meladeni putaran tinggi minus gejala floating, rahasianya adalah SHORT STROKE, meski bekerja pada RPM tinggi piston velocitynya tetap dibawah 5,000 fpm. Lebih penting, saat piston deselerasi berarti kinerja piston sama dengan saat berakselerasi menuju maximum velocity hanya saja dalam arah yang berlawanan.

Seandainya beban saat piston berakselerasi mencapai 2,000 gram, serta bobot seher adalah `150 gram, maka beban inersia sebesar 2,000g x 150g x 2.204 = 661,200 gram alias 661 kilogram. W + O + W = WOW! tinggal bagaimana setang piston dan kruk as mampu menerima beban sebesar itu.

PISTON VELOCITY DAN AKSELERASI
Maximum piston velocity terjadi saat connecting rod berada tegak lurus, atau membentuk 90 derajat terhadap ayunan bandul kruk as. Pada situasi ini, sudut lemparan kruk as biasanya mendekati 75 derajat dari TMA, tergantung panjang setang piston. Beban pada kruk as akan semakin besar jika setang piston semakin pendek dan membentuk sudut yang lebih kecil misal 70 derajat. Rasio panjang connecting rod yang ideal diterapkan untuk balap setidaknya harus 70% lebih panjang dari stroke, atau rasio 1.7 : 1 relatif terhadap rotasi kruk as.

Jenis-Jenis Motor sebagai Alat Penggerak atau Pembangkit Tenaga


Motor dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai alat penggerak utama atau pembangkit tenaga. Tenaga yang dikeluarkan motor dipergunakan untuk menggerakkan mesin-mesin yang lain. Suatu motor dapat menghasilkan tenaga apabila pada motor tersebut diberikan bahan bakar yang sesuai. Selanjutnya bahan bakar yang diterima oleh motor tersebut diolah sehingga motor menghasilkan tenaga.

Motor secara garis besar dipisahkan dalam dua golongan, yaitu :


1. Motor Statis : Motor yang menghasilkan tenaga tetapi diam ditempat
Contoh Motor statis : Compresor dan pembangkit listrik.
2. Motor Dinamis: Motor yang menghasilkan tenaga sambil berpindah tempat
Contoh Motor Dinamis : Mobil dan Sepeda Motor.

Sedangkan untuk dari jenisnya, motor dibedakan :

Motor :
a. Motor listrik
- Aliran Searah (DC)
- Aliran Bolak-Balik (AC)
- Aliran Tukar (3 Fasa)
b.Motor Pembakaran
- Pembaharan Luar : Motor Uap
- Pembakaran Dalam : Motor Bensin, Motor Diesel, Motor Gas, Motor Pancar Gas, Dll.
c. Turbin
- Turbin Uap
- Turbin Gas
- Turbin Air
- Dll



Keteranga :

Motor Listrik : Yang dimaksud dengan Motor Listrik adalah motor yang memerlukan aliran listrik sebagai bahan bakar. Dengan kata lain aliran listrik diubah menjadi tenaga.

Motor Pembakaran : yang disebut motor pembakaran adalah suatu pesawat yang dapat mengubah tenaga panas hasil pembakaran menjadi tenaga mekanik (gerak).

  • Motor Pembakaran Dalam : Motor Pembakaran dalam adalah motor yang melakukan pembakaran bahan bakarnya dalam motor tersebut, maksudnya pembakaran bahan bakarnya tidak berhubungan dengan udara luar. Yang termasuk motor jenis ini adalah mobil, sepeda motor, motor gas dan lain-lain.
  • Motor Pembakaran Luar : Motor pembakaran luar adalah motor yang melakukan pembakaran bahan bakar diluar motor, maksudnya pembakaran bahan bakarnya terpisah dengan motor penggerak seperti motor uap. Dalam hal ini bahan bakarnya berupa uap air yang dididihkan oleh ketel uap diluar motor sebagai contoh yaitu lokomotif uap.
  • Motor turbin : untuk lebih jelasnya marilah kita melihat sebuah kincir angina, kincir tersebut dapat berputar karena tenaga angina yang mendorong kipas. Jadi disini kincir tersebut mengadakan gerakan putar dikarenakan tenaga angina. Sehingga kesimpulannya turbin gas adalah gerakan berputarnya kipas.sudu dikareenakan adanya tenaga gas.

Riwayat Singkat Asal Mula Motor

Ilham untuk membuat Motor Bakar timbul dari seorang bangsa belanda yaitu, Tn. Huygens pada tahun 1680. pada mulanya yang digunakan sebagai sumber tenaga / bahan bakar adalah bahan peledak, tetapi ini mengandung banyak resiko yang berbahaya dan mahal. Pada tahun 1760, james watt yang berkembangsaan inggris menciptakan tenaga penggerak yang disebut mesin uap. Adapun bahan bakarnya masih uap air yang diubah menjadi tenaga gerak.

Kemudian Alfhoune Bear De Rackas seorang insinyur menciptakan system motor 4 gerakan (4 tak), sedangkan pelaksanaanya dilakukan oleh Tn. Otto dari Amerika pada tahun 1877 dan pada tahun 1880 Tn. Leonier menciptakan motor 2 gerakan (2 tak). Dari abad ini pula lahirlah motor diesel yaitu motor yang menggunakan jenis motor ciptaan Tn.Rudolp diesel ini adalah dengan bahan bakar yang murah mampu memberikan tenaga besar disbanding motor bensin.

Dengan adanya kemajuan ang pesat dalam perkembangan motor tenaga maka motor-motor pun makin di sempurnakan sehingga timbul penemuan-penemuan baru seperti :
• Jerman mnciptakan kenderaan dengan bahan bakar gas
• Jepang menciptakan kenderaan dngan tenaga listrik yang diambil dari tenaga matahari.
• Amerika menciptakan roket yang mempunyai kecepatan 7 kali keceparan suara.

Namun dari riwayat di atas tidak lepas dari dasar-dasar motor penggerak. Oleh karena itu kita sebagai calon seorang montir dituntut untuk menguasai dasar-dasar tersebut sebagai loncatan pertama dalam mendalami masalah motor penggerak beserta kelengkapannya.

Tips Mesin Honda Vario CBS

Honda Vario CBS
Ayo, Atasi Getaran Mesin Honda Vario CBS!
Punya skutik jangan cuma tampilan luar yang dinomorsatukan, komponen transmisi otomatis atau CVT juga perlu perawatan.
Jika telat atau lupa, akibatnya laju motor jadi lelet dan diikuti suara berisik di dalam CVT. Tapi itu contoh paling sederhana, bila ini terus diabaikan, penyakit ini malah makin menjadi-jadi.

“Paling parahnya, setiap mau ngegas atau berakselerasi, pasti terasa sedikit getaran sampai ke badan dan mesin juga jadi boros.
Selain itu, mesin juga jadi tersendat­-­sendat di rpm rendah,” ujar Adi Sutisna yang buka gerai skutik RC Speed di Jl. Rempoa Raya No.7 Ciputat, Jaksel.
Lalu harus gimana, dong? Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk perawatan mesin matik Sampeyan khususnya bagian CVT-nya. Ya udah kita ikuti langkah berikut :

1. Bongkar CVT, pertama lepas semua baut penahan cover CVT pakai kunci T-8
2. Periksa kondisi drive belt CVT-nya. Caranya gampang, tinggal tekuk belt tersebut dan lihat apakah ada retakan kecil, dengan cara dibalik lalu ditekuk
3. Periksa tapak bagian dalam dari flywheel atau teromol kopling. “Jika sudah termakan atau baret, kerja sentrifugal jadi lambat, ini juga faktor penyebab BBM jadi boros,” bilang Adi
4. Cek kondisi roller, kalau permukaan atau lingkarannya tidak rata alias peyang harus diganti part yang baru. Ingat, jangan cuma satu yang diganti, harus satu set semua
5. Jangan lupa cek ketebalan kampas sentrifugal dilihat. Ketebalan minimum 2 mm, “Fungsinya menekan flywheel sehingga transfer tenaga dari penggerak diteruskan ke roda,” tutup pria yang suka bercanda ini.

Tips Performance Yamaha Jupiter MX

Yamaha Jupiter MX
Pilihan Settingan Bore-Up Jupiter MX 135, Bisa Naik 17 dk!
Untuk pembesut Yamaha Jupiter MX yang dalam waktu dekat berencana meng-upgrade performanya, simak deh baik-baik ulasan berikut. Terutama yang berniat mengaplikasi paket bore-up-nya yang belakangan banyak beredar.

Begitu pula bagi yang sudah menerapkannya, tapi belum menemukan settingan pas. Sehingga performa tak sesuai yang diharapkan. Sebab beberapa bengkel top di Jakarta yang beberapa kali menangani bore-up MX mau kasih bocoran soal settingan yang pernah mereka terapkan.

Nah, ada beberapa pilihan bore-up yang bisa didiaplikasi buat motor ini. "Mulai piston standar V-Ixion (57 mm), 58 mm, 60 mm, 61 mm dan 62 mm. Tapi kalau buat harian, maksimal pakai 60 mm saja atau cukup 58 mm," bilang Teddy Cong, punggawa PT Globar Motorindo (GM) di kawasan Galur, Cempaka Putih, Jakpus.

Kalo pilihannya pembesaran kapasitas kayak V-Ixion (149,8 cc), "Bisa aplikasi blok silinder V-Ixion berikut piston orisinalnya," tukas Ari Setiawan alias Kurok, mantan mekanik racing AHRS yang hijrah ke GM.

Pada pilihan ini, kata Kurok karburator standar masih cukup mumpuni digunakan. "Namun perlu rejetting. Main jet dan pilot jet dinaikkan 1 step. Tapi sebelumnya, saluran masuk dan buang sebaiknya di-porting dulu untuk mengimbangi volume silinder yang bertambah," terangnya.

Lalu saluran gas buang alias knalpot dibikin lebih plong. Bisa membobok saringan knalpot standar, atau adopsi knalpot freeflow aftermarket. "Biasanya gue pakai knalpot AHRS F4. Trus, CDI-nya diganti pakai Rextor Adjustable dan gir belakang diturunin 2 mata," tambah Kurok.

Hasilnya, selain horse power bisa terkerek 4-5 dk, top speed dijamin melonjak banyak lantaran perbandingan final gear diberatkan. "Tapi kalau mau lebih gede lagi powernya, kem ganti pakai yang durasinya tinggi untuk harian," ujarnya. Oh iya, tak lupa paking blok maupun head kudu diganti pakai punya V-Ixion.
Pakai PE28 hasil bakal lebih maksimal (kiri). Untuk karburator standar, spuyer dinaikkan 1 - 2 step sesuai permintaan mesin (kanan).
Sementara bila paket bore-up piston 58 mm (155 cc) yang dikehendaki dan ingin horse power mencapai 17 dk, boleh tiru settingan yang diterapkan Suar, mekanik Bintang Racing Team (BRT) yang bermarkas di Cibinong Jabar.

"Saluran masuk dan buang tetap mesti di-porting polish. Lalu kem diganti punya V-Ixion. Dibarengi menukar per klep lebih keras dikit. Bisa andalkan produk CLD. Lalu knalpot standar dibobok dan karburator pakai Keihin PE28 dengan kombinasi spuyer 115/38 (main jet/pilot jet)," beber Suar.

Pada sektor pengapian, CDI ditukar pakai BRT I-Max 20 Step. Lalu setelan klep in dibikin 0,13 mm. Sedang klep out 0,18 mm. Lalu biar kinerja kopling gak mudah selip, per dan kampas kopling diganti pakai produk BRT.

Ditemukan Elektrolit untuk Menjaga Suhu Sel Li-ion Tidak Tinggi

Satu tim riset dari Universitas Sain dan Technology Huazhong, China, menagaku telah berhasil menemukan material elektrolit canggih yang disebut LiFNFSI untuk menjanga suhu baterai lithium-ion. Tim tersebut telah melakukan beberapa tes terhadap material pengganti elektrolit konvensional seperti LiPF6. Hongbo Han, seorang anggota dari tim riset tersebut, kunci dari penemuan adalah stabilitas panas baterai dengan menggunakan LiFNFSI.

Elektrolit tersebut mempunyai 1,0 M LiFNFSI dalam campuran karbonat etil (ethyl carbonate) dan kabon metil etil (ethyl mthyl carbonate) dengan daya hantar tinggi dibandingkan dengan LiClO4, punya stabilitas elektrokimia yang baik dan tidak menyebakan korosi terhadap aluminiun.

Pada suhu ruang 25 derajat celcius dan kemudian dinaik sampai 60 derajat celciud, sel grafit/LiCoO2 dengan LiFNFSI memperlihatkansiklus kerja lebih baik dibandingkan LiPF6. Terutama pada suhu 60 derajat Celcius. Penurunan sel elektrolit yang menggunakan bahan dasar LiFNFSI tanpa aditif, hanya 37 persen setelah bekerja dengan 100 siklus. Sedangkan sel dengan LiPF6 yang digunakan baterai lithium-ion, mengalami penurunan kemampuan cepat pada suhu tersebut.

Berdasarkan tes materail elektrolit LiFNFSI, diperlihatkan kemamampuan untuk meningkatkan kinerja baterai yang bekerja pada suhu tinggi. Pada aplikasi otomotif, kemampuan bahan mencegah terjadinya panas tersebut sangat menguntungkan. Produsen mobil tidak perlu lagi menggunakan teknik pendingin cairan untuk mencegah suhu baterai tinggi, terutama pada mobil listrik dah hibrida plug-in.

Transmisi Otomatis 9-Percepatan dari ZF

DETROIT - Produsen transmisi mobil, truk, dan bus terkenal ZF mengumumkan telah berhasil mengembangkan transmisi otomatis 9-percepatan. Hebatnya lagi, transmisi ini dirancang untuk mobil gerak roda depan dan mesin melintang. ZF mengembangkannya karena saat ini 80 persen mobil di dunia berpenggerak roda depan.

Dijelaskan pula oleh Executive Vice President ZF Friedrichshafen AG, Dr Michael Paul, saat konferensi pers di Detroit Motor Show 2011, transmisi tersebut dijadwalkan sudah diproduksi pada 2012. Produsen pertama yang akan menggunakan adalah Chrysler untuk produksinya pada 2013.
Pertengahan tahun lalu, bos Fiat & Chrysler, Sergio Marchionne, memang sudah mengatakan tertarik menggunakan transmisi otomatis 9-percepatan ini. Transmisi itu akan menggantikan CVT buatan JATCO yang digunakan oleh Chrysler untuk mobil kompaknya.

Tren bergeser
"Jumlah perbandingan transmisi tidak akan berhenti," jelas Casey Selecman, seorang pengamat Transportation Project Manager dari Martec Group. "Jumlah produsen mobil yang beralih ke transmisi dengan percepatan lebih banyak terus bertambah. Transmisi dengan percepatan sedikit dan perbandingan rendah membutuhkan torsi besar dan kurang efisien," urainya.

Selecman percaya, dengan makin ketatnya regulasi konsumsi bahan bakar pada 2016-2025, produsen berusaha membatasi tenaga mesin. Produsen akan berusaha menggunakan transmisi dengan 6-percepatan ke atas. Dilaporkan pula, pada pertengahan tahun lalu, Mercedes-Benz mengembangkan transmisi 9-percepatan, tetapi untuk kendaraan bermesin besar dan gerak roda belakang.
Dijelaskan pula, dibandingkan dengan transmisi 6-percepatan tipe gigi planet, transmisi otomatis 9-percepatan ZF terbaru ini mengirit konsumsi bahan bakar sampai "dua digit". Pasalnya, paket, dimensi, dan berat sama dengan unit transmisi 6-percepatan untuk mobil gerak roda depan. Torsi yang dapat dipindahkan mencapai 400 Nm.