Showing posts with label Tips Automotive. Show all posts
Showing posts with label Tips Automotive. Show all posts

Honda Jazz GD3

Power Window Bermasalah - Honda Jazz GD3
Honda Jazz GD3 sempat merajai pasar Hatchback tanah air pada masanya. Bagi anda yang ingin membeli Honda Jazz tipe ini anda wajib mempjavascript:void(0)erhatikan Power Window, si penggerak jendela. Power Window Honda Jazz GD3 dilaporkan kerap mengalami kendala pelemahan atau rusak. Diawali dengan terasa beratnya menaikan jendela hingga pada satu saat sama sekali tidak mungkin menaik-turunkan jendela.

Tips mengatasi Power Window Bermasalah
Berikut adalah tips yang bisa anda tempuh untuk mengatasinya:
1. Membersihkan motor dan mekanisme power window. Langkah yang satu ini membutuhkan keahlian, ada baiknya diserahkan kepada ahlinya dengan tarif sekitar Rp 50.000 - Rp 100.000 per motor.
2. Mengganti unit yang bermasalah tersebut. Harganya bervariatif. Bisa dibeli di Bengkel Resmi (Beres) atau berburu di pasar mobil. Harga di pasar mobil dijamin lebih terjangkau tapi pastikan bahwa anda membeli barang bukan rekondisi. Sebagai acuan, harga bisa dimulai dari Rp 500.000. Tentunya tergantung merk dan juga ongkos kerjanya.

Tips Performance Motor Skutik

Setting Skutik Agar Tangguh di Tanjakan

Perlu diketahui terlebih dulu, bahwa sebenarnya motor jenis skutik awalnya dirancang buat alat transportasi di perkotaan yang jalannya cenderung datar. Maklum, sistem transmisi CVT (continuous varable transmission) memang lebih cocok di kontur jalan seperti itu.

Namun kenyataannya skutik juga digemari di daerah-daerah. Termasuk di kawasan perbukitan. Nah, lantas bagaimana cara mengatasi kondisi seperti itu? Yuk, kita tanya ahlinya langsung.
Menurut Senaponda, punggawa PaDepokan Motorsport di Depok, Jabar, untuk daerah perbukitan, skutik butuh torsi besar di putaran tengah. Karena umumnya saat berakselerasi di tanjakan, putaran mesin cenderung dikondisikan di putaran segitu. Ini berlaku untuk semua merek skutik.

“Untuk meningkatkan torsi di putaran tengah tersebut bisa dilakukan dengan cara mengganti roller dengan yang bobotnya lebih ringan 2 gr dari standar bawaan motor secara merata,” ujar Sena. Jangan diselang-seling, karena cenderung akan membuat vibrasi.

Misal kalau di Vario standarnya pakai 13 gram (6 buah), maka semuanya diganti yang 11 gram. “Selain itu, celah klep dibikin agak rengang sedikit bagian ex-nya,” tambah Sena.

Bila kerenggangan klep ex standarnya 0,25 mm, maka coba renggangkan jadi 0,26 – 0,27 mm. Jangan lebih, karena akan membuat mesin jadi lebih berisik.
Dan yang perlu diperhatikan pula yakni cara ngegasnya. “Pakai metode partial opening throttle alias grip gas diurut,” saran Sena. Jangan langsung dipelintir dalam, karena akan membuat rasio bukaan puli jadi terlampau berat. Sehingga lari motor jadi kayak ngeden.Atau, lanjut Sena, grip gas diurut dulu pelan-pelan sampai putaran tengah dan tahan sebentar hingga kecepatan konstan, baru kemudian dipelintir dalam (wide open throttle). Oh, iya untuk menghindari mesin cepat overheat lantaran kerap digeber di tanjakan ekstrem, Sena menganjurkan untuk menaikkan main jet 1 step. 

Keterangan :
1. Cara paling simpel mengakali torsi di putaran tengah untuk motor standar yakni dengan mengganti roller pakai yang bobotnya lebih ringan 2 gram secara merata.
2. Celah klep ex sebaiknya agak dilonggarakan sedikit sekitar 0,01 - 0,02 mm.
3. Perilaku membuka gas sebaiknya diurut hingga putaran tengah, baru kemudian dipelintir dalam.
4. Ukuran spuyer, terutama main jet sebaiknya dinaikkan satu step untuk menghindari mesin cepat overheat karena keseringan nanjak ekstrem.
5. Cara paling andvance yaitu upgrade performa mesin, termasuk bore-up kapasitas silinder biar tenaga dan torsi meningkat. Sehingga lebih kuat melintasi medan berbukit. (motorplus.otomotifnet.com)

Tips Kelistrikan Sepeda Motor

Kenali Kode Produksi Aki, Cegah Tertipu Produk Kadaluarsa

Jakarta - Ada kejadian unik, suatu hari ada pengguna Honda Vario yang mengganti aki baru karena yang lamanya sudah soak.

Setelah banyak minta rekomendasi dari beberapa teman, akhirnya perempuan umur 24 tahun itu menggunakan tipe aki maintenance free (MF) GTZ5S.

Namun masalah pun datang keesokan harinya. Karena aki yang baru dipakai sehari itu sudah tekor/soak kembali. Setelah balik ke tempat pembelian aki, ternyata peranti diklaim sudah kedaluarsa.

Lho, kok bisa, ya (kayak makanan aja)! Lantas, di mana kode expired-nya? Lebih ngeselin, kenapa penjualnya enggak memberitahu? Wah repot, deh!

Nah, pasti Anda ogah meng­alami nasib seperti Rini, kan? Makanya, saat beli aki dituntut lebih teliti. Maklum, enggak semua penjual peranti itu yang jujur, tuh.

Pastinya, agar kasus serupa tak berulang, sebaiknya Anda paham soal aki. Setidaknya, lebih aware terhadap kode produknya. Karena ini yang menentukan kapan aki kedaluarsa.
Maklum, biasanya orang membeli aki hanya tahu tipenya aja; kering atau basah. “Sementara waktu expired-nya tak semua orang tahu. Satu hal lagi, umumnya, beli aki cuma mikirin harganya aja (cari yang murah), ” kata Hendra ‘Ibe’ salah satu pedagang aki di Jl. Raya Panjang, Kebon Jeruk, Jakbar.

Oh ya, masih menurut Hendra, kekuatan aki dalam keadaan baru sebenarnya bisa 4-6 tahunan (tergantung rutinitas pemakaian motor Anda), lebih dari waktu tersebut biasanya penjual aki harus menyetrum ulang yang akan digunakan. “Sehingga, kerjanya kembali normal,” sambung pria yang paham seluk-beluk aki ini.

Hal sama diungkapkan Dendy Primaulana, kepala bengkel resmi Honda (PT Wahana Makmur Sejati) di Jl. Gunung Sahari No. 32, “Jika aki tekor dampak lain selain tidak bisa melakukan electric starter, lampu-lampu akan menjadi redup dan kabel-kabel pada kelistrikan bisa korsleting akibat aliran listrik yang tak sempurna.”
Makanya, menjadi sangat penting, sebelum beli aki, harus lihat tanggal produksi terlebih dahulu.

“Apalagi, aki kedaluarsa terkadang jika dicek voltasenya memang terlihat normal. Tetapi belum tentu bisa menyimpan arus,” kata mekanik bersahabat ini sembari bilang, di bengkelnya tahun depan juga akan disediakan mesin dyno
Cara baca kode AKI

Pengin tahu cara baca kode produksi aki? Nih, kepala mekanik­ ramah itu memberi tahu cara simplenya.

Misalnya, membaca kode produksi pada GS GTZ5S. Di aki GS disudut atas sebelah kiri tertera angka 14.10.6. Dua digit terdepan (14) menunjukan tanggal produksi. Artinya aki ini diproduksi pada tanggal 14. Dua dugit berikutinya menujukan bulan. Artinya aki ini dibuat pada bulan ke 10 dan yang terakhir adalah tahun (6). Berarti tahun pembuatan 2006.

Kalau pada aki Yuasa biasa­nya nomor yang tertera terdiri dari 8 digit. Misal nomor produksi 29050930. Angka 29 menandakan baterai ini diproduksi di hari ke-29, 05 menandakan di bulan ke-5, lalu 09 sebagai tahun saat aki ini dibuat (2009), dan kode produksi tertera pada angka terakhir; 30.

Tips Pengapian Yamaha Mio

Waspada Kabel Koil Mio Kendor, Jalannya Jadi Endut-endutan!

Awalnya seorang pengguna Yamaha Mio berfikir ada yang tidak beres dengan sistem bahan bakar skutiknya. Saat di gas jalannya endut-endutan, eh setelah di cek masalahnya malah ada di pengapian.
Hal ini terjadi pada beberapa konsumen yang datang ke bengkel Hasan Motor (HM) di Jl. Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakbar.
"Iya nih ada beberapa pemilik Yamaha Mio keluaran terbaru yang datang dengan masalah sama," buka Hasan Basri, pemilik HM.

"Awalnya seperti motor tekor, kurang bensin diputaran bawah dan menengah. Ternyata setelah dicek, kabel koilnya kendor. Kalau kabel koilnya kendor, bisa tidak akan memantik sempurna," lanjut Hasan
Menurutnya hal ini terjadi karena kabel dari CDI yang menuju koil terlalu pendek. Getar atau goyang sedikit saja bisa longgar atau copot.
"Enggak perlu repot, tinggal kencangin lagi aja. Atau kalau perlu gepengin sedikit soketnya dengan tang agar bisa merekat lebih kuat," anjur Hasan.
Tapi sayangnya untuk mencapai kabel koil ini cukup banyak yang harus dibuka. Harus lepas aki, jok lengkap dengan boks tool kit. Kalau sudah lanjutkan dengan membuka cover body bagian tengah. Lalu perhatikan letak koil disebelah kiri blok silinder.

Tips Mesin Honda Vario CBS

Honda Vario CBS
Ayo, Atasi Getaran Mesin Honda Vario CBS!
Punya skutik jangan cuma tampilan luar yang dinomorsatukan, komponen transmisi otomatis atau CVT juga perlu perawatan.
Jika telat atau lupa, akibatnya laju motor jadi lelet dan diikuti suara berisik di dalam CVT. Tapi itu contoh paling sederhana, bila ini terus diabaikan, penyakit ini malah makin menjadi-jadi.

“Paling parahnya, setiap mau ngegas atau berakselerasi, pasti terasa sedikit getaran sampai ke badan dan mesin juga jadi boros.
Selain itu, mesin juga jadi tersendat­-­sendat di rpm rendah,” ujar Adi Sutisna yang buka gerai skutik RC Speed di Jl. Rempoa Raya No.7 Ciputat, Jaksel.
Lalu harus gimana, dong? Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk perawatan mesin matik Sampeyan khususnya bagian CVT-nya. Ya udah kita ikuti langkah berikut :

1. Bongkar CVT, pertama lepas semua baut penahan cover CVT pakai kunci T-8
2. Periksa kondisi drive belt CVT-nya. Caranya gampang, tinggal tekuk belt tersebut dan lihat apakah ada retakan kecil, dengan cara dibalik lalu ditekuk
3. Periksa tapak bagian dalam dari flywheel atau teromol kopling. “Jika sudah termakan atau baret, kerja sentrifugal jadi lambat, ini juga faktor penyebab BBM jadi boros,” bilang Adi
4. Cek kondisi roller, kalau permukaan atau lingkarannya tidak rata alias peyang harus diganti part yang baru. Ingat, jangan cuma satu yang diganti, harus satu set semua
5. Jangan lupa cek ketebalan kampas sentrifugal dilihat. Ketebalan minimum 2 mm, “Fungsinya menekan flywheel sehingga transfer tenaga dari penggerak diteruskan ke roda,” tutup pria yang suka bercanda ini.